Habib Luthfi Bin Yahya: Perbedaan Antara Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dan Imam Asy-Syadzili

Pustakamuhibbin.club ~ Di dalam kitab Sa’adat ad-Darain, bab keutamaan membaca shalawat, dikisahkan bahwa nanti di Mahsyar Rasulullah Saw. akan dilalaikan untuk memberi syafa’at kepada sebagian umatnya. Waktu itu pun beliau Saw. menyangka semua umatnya telah beliau syafa’ati.

Selang beberapa waktu, ada malaikat yang lapor kepada Nabi Saw. bahwa masih ada sebagian umatnya yang teriak-teriak meminta tolong di neraka. Lalu beliau Saw. pun berdoa memohon kepada Allah agar diberi ijin memberikan syafa’atnya.

Lalu, beliau Saw. juga bertanya, “Ya Allah, mengapa Engkau menjadikanku lalai dari sebagian umatku itu ?”

Allah menjawab, “Benar wahai Muhammad. Engkau Aku jadikan lalai akan mereka sebab mereka dulu di dunia juga sering melalaikanmu dengan tidak membaca shalawat.”

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani pernah dawuh, “Telapak kakiku di atas tengkuk setiap wali, dan tengkukku ada di bawah telapak kaki Rasulullah Saw.”

Sedangkan Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili dawuhnya berbeda, yakni, “Telapak kakiku di atas kening setiap wali, dan keningku ada di bawah telapak kaki Rasulullah Saw.”

Demikian itu karena saat Rasulullah Saw. Isra’ dan Mi’raj dan akan naik ke Sidratul Muntaha, beliau Saw. berpijak (bancik; Jawa) pada arwah para wali Quthub. Yang dipijak dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah tengkuknya, sedangkan dari Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili adalah keningnya. Sehingga, dawuh beliau berdua berbeda.

(Pengajian Ramadhan Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan, malam Rabu 5 Ramadhan 1438 H/30 Mei 2017 M. Sumber: FP TintaSantri).

Tags: