NU Siap Bangun Makam Imam Al-Ghazali yang Terabaikan di Iran

Pustakamuhibbin.club ~ Seminar Internasional Imam al-Ghazali bertajuk “Peran Tasawuf Imam al-Ghazali dalam Membangun Peradaban Dunia yang Damai dan Harmoni,” di Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan beberapa ulama nusantara dan luar negeri. Menurut ketua panitia, Prof. DR. Achmad Mubarok, MA, seminar ini antaralain bertujuan untuk mengaktualisasikan pemikiran al-Ghazali dalam merespon persoalan dunia global dengan menjaga keseimbangan praktik syariat dan hakikat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap akan muncul berbagai macam hikmah yang bermanfaat bukan hanya untuk Indonesia namun juga dunia.“Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya seminar ini, khususnya kepada Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi bin Yahya dan Ketua Yayasan Amanah Kita, Bapak Hartono Lim.”

Seminar membahas tiga poin penting; pemikiran dan ajaran Imam al-Ghazali serta kontribusinya dalam dunia Islam; penyebaran dan pengaruh ajaran Imam al-Ghazali di seluruh dunia; serta deklarasi dukungan terhadap pembangunan makam Imam al-Ghazali di Thus Iran yang kondisinya terabaikan.

Sebelum pembukaan secara resmi, Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin sangat mengapresiasi topik seminar yang sangat menarik dan relevan di tengah-tengah kondisi dunia saat ini. “Imam al-Ghazali berhasil mengharmonikan antara syariah dan thariqah. Sehingga tidak ada pertentangan, keduanya saling melengkapi,” ujarnya.

Rais Aam Pengurus Besar NU itu juga mengingatkan jika keberhasilan Indonesia dalam membangun negeri karena kesepakatan para pendiri bangsa yang berjanji untuk hidup berdampingan secara damai, saling mencintai dan menyayangi. “Kita memiliki tiga prinsip yang dijadikan landasan dalam bernegara, Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Insaniyah. Prinsip ini harus dijaga oleh kita semua.”

Beberapa pembicara yang didaulat antara lain:

  1. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU,
  2. Habib M. Luthfi Bin Yahya, Rais Aam JATMAN,
  3. Dr. Mohammad Syalaby, Mustasyar Grand Mufti Mesir,
  4. Yasir al-Qadhmani, Mudir Zawiyah al-Ghazaliyah Masjid Bani Umayyah Damaskus,
  5. Mazen Sherif, Pemikir Kontemporer Tunisia,
  6. KH. Luqman Hakim MA, Pimpinan Majalah Sufi,
  7. Syaikh Fayegh Rostami, Ulama Sunni-Syafi’i Iran,
  8. Azis al-Kubaithi, Direktur Sufi Center Maroko,
  9. Azis Abidin, Tokoh Thariqah USA,
  10. Syaikh Muhammad Habib al-‘Alim, Mursyid Thariqah Naqshabandiyah China,
  11. Ibrahim Abdulev Dagestan, Islamic University Rusia,
  12. Dr. KH. A. Ilyas Ismail, MA, Univ. Islam Asy-Syafi’iyah, Jakarta

Tags: